Jalan Pintas? Sebenarnya kalau sedang menunggangi sepeda motor, inilah jalan favorit saya. Alasannya?
Jalan yang biarkan jauh, peduli amat sempitnya, asal bisa membuat lebih cepat sampai tujuan saja. Contoh realnya, jalan ujung kompleks kanayakan yang tembus dengan jalan cigadung raya barat. Beuh, itu jalan favorit pisan lah buat cepet sampe kampus pokoknya, ga ada macet2nya, ga ada bolong2nya. Maka simpulan awalnya jalan pintas = jalan cepat.
Tapi tahukah, itu mungkin bukan penganalogian yang tepat untuk jalan pintas yang akan saya habisi disini. “Jalan Pintas” yang dimaksudkan oleh penulis disini adalah jalan cepat, instan dan lebih pendek, yang berhubungan dengan kehidupan. Penulis berpegang teguh pada prinsip bahwa kompetensi dan pengaruh dibangun karena adanya pengalaman, yang tentunya terbentuk dari faktor suka maupun duka. Bahkan sampai sekarang penulis tidak bisa tahu apakah sudah dewasa atau belum. Suatu hal yang bisa diketahui dari voting pendapat beberapa orang-orang dekat. Tapi tentunya, semua orang tahu, dewasa itu proses, butuh waktu. Begitupun frase kata lain yang berkaitan dengan kata umum, Perubahan. Perubahan tidak ada yang instan.
Penulis pernah mengalami masa dimana terdapat proses-proses instan yang menciptakan hasil memuaskan. Contoh sederhana, ketika menjadi mahasiswa acapkali kita menghadapi UTS dengan melakukan belajar sistem SKS, dimana kita mengurangi waktu tidur dan benar-benar mengejar materi sampai waktu pagi sebelum ujian. Penulis berani bilang hampir semua nilai penulis bagus dikarenakan proses seperti itu, proses yang membuat kita menjadi cepat ingat pada gambaran dan tulisan materi yang akan diujikan. Namun perlu diingat bahwa, cepat ingat selalu berkaitan dengan cepat lupa. Ilmu yang ada hangus hanya untuk mengerjakan ujian saja.
Contoh lain yaitu ketika menjalani amanah. Orang perlu paham segala teknis lapangan, bahkan pernah punya pengalaman banyak disana, sebelum benar-benar pandai mendesain konsep sebuah acara. Namun ketika kita bergerak langsung pada pucuk tanpa mengerti apa yang terjadi pada grassroot, maka bersiaplah menghadapi kekacauan apabila tidak pandai memanggil bala bantuan. Mungkin itu gambaran para pimpinan-pimpinan sekarang, menang dari kepopuleran, instan.
Jalan pintas dengan 2 contoh sederhana sebelumnya mungkin menjelaskan hal sederhana bahwa efek sampingnya sangat besar dan menyimpulan suatu hal sederhana:
[Jalan Pintas + Waktu dan usaha menyelesaikan efek samping] > waktu, cerita, dan usaha dari pengalaman yang seharusnya
Anda boleh setuju atau tidak, namun pengalaman sudah mengatakan bahwa jalan pintas selain jalan pintas motor selalu meninggalkan noda dan kesalahan atau masalah yang harus ditutupi dan diselesaikan. Penulis pun mengajak masing-masing pribadi untuk melakukan evaluasi diri sebelum berani bergerak ke ranah yang lebih besar dan kompleks.
Namun jangan jadikan diri menjadi ciut. Lakukan yang terbaik dari sekarang, dan bermimpilah hal yang besar. Karena mimpi tidak akan pernah dilarang.
Hidup Jalan Raya !!!!
(woipamarentah, eta jalan bolong-bolong wae, betulkeun ah..)
-eja-